KKR Tutup Rangkaian Penerimaan Pemuda Baru Kingmi Efata Nabire

17 hours ago 11

Nabire, Rangkaian kegiatan penerimaan pemuda dan pemudi baru Komisi Pemuda dan Pemudi Jemaat Kingmi Efata, Klasis Nabire Koordinator Teluk Cenderawasih, resmi berakhir melalui Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR), Senin (31/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Gereja Kingmi Efata, Karang Barat, Nabire, tersebut sekaligus menjadi momentum pembubaran Panitia Penerimaan Pemuda dan Pemudi Baru Tahun 2026.

KKR diikuti jemaat dan pemuda-pemudi serta dihadiri tiga unsur komisi, yakni Komisi Perkaria, Komisi Pelayanan Perempuan, dan Komisi Sekolah Minggu. Kehadiran berbagai unsur pelayanan tersebut turut memperlihatkan dukungan jemaat terhadap proses pembinaan generasi muda.

Sebelum sampai pada KKR, panitia telah melaksanakan sejumlah agenda sebagai bagian dari proses penerimaan anggota baru. Kegiatan tersebut meliputi pencarian dana, seminar, hingga orientasi bagi pemuda dan pemudi yang baru bergabung.

Pemuda Diajak Menguji Segala Sesuatu

Ibadah inti KKR dilayani mahasiswa STT, Romandus Yeimo, yang juga merupakan Wakil Ketua Badan Pengurus Komisi Pemuda dan Pemudi Jemaat Kingmi Efata.

Dalam pelayanan tersebut, Romandus didukung Tim Pelayanan Ibadah KKR yang terdiri atas tim musik, singers, infokus, tamborin, dan guais. Ia mengajak jemaat, khususnya pemuda dan pemudi, untuk meninggalkan beban masa lalu dan kembali hidup sungguh-sungguh dalam Tuhan.

“Mari kita memuliakan nama Tuhan dengan sungguh-sungguh. Jangan lagi memikirkan hal-hal yang pernah kita lakukan di masa lalu. Lupakan semua itu. Kita adalah anak-anak Tuhan, sebab Tuhan mampu mengubah dan mengampuni segala dosa dan kesalahan kita. Haleluya,” katanya.

Firman Tuhan kemudian disampaikan Pdt. Yulianus Anouw, M.Mis., dengan dasar 1 Tesalonika 5:21: “Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik.” Dari ayat tersebut, ia mengangkat tema “Turutilah Yang Baik, Jauhilah Yang Jahat.”

Dalam khotbahnya, Pdt. Yulianus menyoroti tantangan yang dihadapi generasi muda di tengah perkembangan teknologi. Menurutnya, teknologi memberikan banyak manfaat, tetapi juga dapat membawa berbagai pengaruh yang berpotensi menguji kehidupan iman.

Karena itu, pemuda dan pemudi diminta memiliki dasar iman yang kuat serta bijaksana dalam menentukan apa yang layak diterima dan dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

“Pemuda harus tetap berdiri kuat di atas dasar iman. Di tengah perkembangan teknologi dan berbagai tantangan yang ada, kita harus mampu menguji segala sesuatu dan memegang yang baik,” pesannya.

Kepada anggota baru Komisi Pemuda dan Pemudi Jemaat Kingmi Efata, ia juga berpesan agar tidak merasa minder atau mudah menyerah ketika menghadapi tantangan dalam kehidupan maupun pelayanan.

“Jangan minder dan jangan menyerah. Tetaplah kuat dalam iman dan terus bertumbuh dalam pelayanan Pemuda Efata,” ujarnya.

Panitia Resmi Dibubarkan

Ketua Panitia Penerimaan Pemuda dan Pemudi Baru Tahun 2026, Markus Iyai, menyampaikan apresiasi sekaligus ucapan selamat datang kepada seluruh anggota baru.

Menurutnya, seluruh rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan tidak hanya menjadi proses penerimaan anggota, tetapi juga menjadi sarana pengenalan, pembinaan, dan persiapan bagi pemuda-pemudi untuk terlibat dalam pelayanan jemaat.

Usai KKR, panitia secara resmi dibubarkan. Acara dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat dan Surat Keputusan (SK) kepada panitia sebagai bentuk penghargaan atas keterlibatan mereka selama kegiatan berlangsung.

Berakhirnya rangkaian tersebut diharapkan menjadi awal bagi pemuda dan pemudi baru untuk semakin aktif dalam pelayanan, memperkuat persaudaraan, serta bertumbuh bersama dalam iman di Jemaat Kingmi Efata.

[Nabire.Net/Marten Dogomo]

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |