Nabire, Proses penerimaan calon praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Papua Tengah mendapat perhatian serius dari DPR Papua Tengah. Wakil Ketua Komisi V DPR Papua Tengah, Anis Labene, meminta seluruh tahapan seleksi dilaksanakan secara terbuka, profesional, dan bebas dari praktik titip-menitip maupun kepentingan tertentu.
Anis menyampaikan hal tersebut pada Rabu (19/8/2026). Menurutnya, penerimaan calon praja IPDN bukan sekadar proses mencari peserta didik untuk sekolah kedinasan, tetapi juga menjadi bagian penting dari kaderisasi sumber daya manusia Papua.
Karena itu, ia meminta pemerintah daerah di tingkat provinsi maupun delapan kabupaten di Papua Tengah menggunakan kesempatan penerimaan tersebut untuk memberikan ruang yang seluas-luasnya kepada putra-putri daerah.
Ia menegaskan, proses seleksi harus memberikan kesempatan yang adil kepada seluruh calon peserta yang memenuhi persyaratan. Pemerintah daerah, kata dia, tidak boleh mengarahkan proses berdasarkan hubungan keluarga, jabatan, ataupun kepentingan tertentu.
“Seleksi ini harus berjalan terbuka, profesional, terukur, dan dapat menghasilkan putra-putri daerah yang unggul,” ujar Anis.
Jangan Ada Titipan Nama
Anis secara khusus mengingatkan agar tidak muncul praktik penitipan nama dalam proses penerimaan. Menurutnya, kuota IPDN yang tersedia sangat terbatas sehingga setiap kesempatan harus diberikan kepada peserta yang benar-benar memenuhi kriteria.
Ia menilai tidak boleh ada ruang bagi praktik yang mengutamakan anak pejabat atau orang tertentu hanya karena memiliki hubungan dan akses dengan pengambil kebijakan.
“Tidak ada ruang lagi anak pejabat ini, anak pejabat itu, atau anak siapa. Ini harus kita kawal baik-baik,” tegasnya.
Menurut Anis, prioritas terhadap putra-putri Papua bukan semata-mata persoalan kuota. Lebih jauh, penerimaan calon praja IPDN berkaitan dengan keberlanjutan pembangunan daerah melalui proses kaderisasi generasi muda Papua.
Ia berharap peserta yang nantinya lolos dapat menjadi bagian dari sumber daya manusia yang kembali berkontribusi dalam pemerintahan dan pembangunan Papua Tengah.
DPR Diminta Kawal Bersama
Untuk memastikan proses berjalan sesuai ketentuan, Anis mengajak DPR kabupaten di delapan kabupaten Papua Tengah ikut melakukan pengawasan.
Pengawasan, menurutnya, diperlukan mulai dari tahapan awal hingga penetapan peserta yang dinyatakan berhasil. Dengan demikian, masyarakat dapat mengetahui bahwa proses penerimaan berlangsung secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan.
Komisi V DPR Papua Tengah, lanjut Anis, juga berkomitmen melakukan pengawasan langsung. Jika diperlukan, pihaknya akan melakukan kunjungan ke sejumlah kabupaten untuk melihat pelaksanaan proses seleksi di lapangan.
“Komisi V mengambil komitmen untuk betul-betul mengawal. Kalau perlu kami akan melakukan kunjungan ke masing-masing kabupaten untuk memastikan hal ini dilakukan dengan baik,” katanya.
Tahapan Seleksi Mulai Berjalan
Anis mengatakan, perhatian terhadap proses tersebut perlu dilakukan sejak awal karena tahapan penerimaan telah berjalan. Ia menyebut pengumuman dan tahapan awal penerimaan telah dimulai sejak 15 Agustus.
Karena itu, DPR Papua Tengah akan memantau perkembangan proses tersebut, termasuk bagaimana pelaksanaan seleksi di tingkat provinsi maupun kabupaten dan siapa saja yang nantinya dinyatakan lolos.
Ia berharap seluruh pihak yang memiliki kewenangan dalam proses penerimaan dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.
“Kuota yang ada untuk provinsi maupun kabupaten harus benar-benar diisi oleh putra-putri Papua yang mendapatkan haknya,” kata Anis.
Menurutnya, kesempatan untuk mengikuti pendidikan kedinasan seperti IPDN sangat berharga bagi generasi muda Papua Tengah. Dengan kuota yang terbatas, transparansi dan keadilan dalam proses seleksi menjadi hal yang tidak boleh diabaikan.
DPR Papua Tengah berharap pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, serta seluruh instansi yang terlibat dapat bersama-sama memastikan proses penerimaan berjalan bersih, terbuka, dan memberikan kesempatan yang setara kepada seluruh calon peserta.
[Nabire.Net]

3 hours ago
3

















































