Nabire, 9 Maret 2026 – Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) menggelar kegiatan asistensi penyusunan Rencana Strategis (Renstra) 2025–2029 dan Rencana Kerja (Renja) 2027 perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Tengah.
Kegiatan tersebut berlangsung di Guest House Nabire pada Senin (9/3/2026) dan diikuti oleh perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Papua Tengah.
Kepala Bapperida Provinsi Papua Tengah, Eliezer Yogi, S.STP., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa dokumen perencanaan pembangunan daerah merupakan instrumen penting untuk memastikan arah pembangunan yang terarah, terukur, dan berkelanjutan.
Menurutnya, penyusunan dokumen Renstra 2025–2029 harus mampu menjadi pedoman strategis bagi perangkat daerah dalam melaksanakan tugas dan fungsi selama lima tahun ke depan.
“Renstra perangkat daerah memiliki peran sangat penting dalam memastikan keterpaduan antara perencanaan pembangunan daerah dengan arah kebijakan pembangunan nasional, serta keselarasan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Papua Tengah 2025–2029,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa dalam konteks pembangunan daerah, RPJMD Provinsi Papua Tengah menempatkan peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan pelayanan dasar, serta percepatan pembangunan wilayah sebagai prioritas utama pembangunan daerah.
Karena itu, seluruh perangkat daerah diharapkan mampu menyusun dokumen Renstra yang mendukung pencapaian sasaran pembangunan secara efektif dan terukur.
Selain Renstra, penyusunan Renja perangkat daerah tahun 2027 juga dinilai memiliki peran strategis sebagai dokumen perencanaan tahunan yang akan menjadi dasar penyusunan program dan kegiatan pembangunan daerah pada tahun anggaran yang bersangkutan.
“Renja harus mampu menerjemahkan sasaran strategis dalam Renstra ke dalam program dan kegiatan yang lebih operasional, serta memiliki indikator kinerja yang jelas dan terukur,” jelasnya.
Melalui kegiatan asistensi ini, Bapperida Provinsi Papua Tengah ingin memastikan bahwa dokumen Renstra dan Renja yang disusun perangkat daerah telah memenuhi prinsip-prinsip perencanaan pembangunan yang baik.
Beberapa prinsip tersebut di antaranya keselarasan dokumen perencanaan dengan RPJMD Provinsi Papua Tengah, ketajaman dalam mengidentifikasi permasalahan dan isu strategis pembangunan daerah, kejelasan dalam perumusan tujuan dan indikator kinerja, serta sinkronisasi program dan kegiatan perangkat daerah dengan kebijakan pembangunan daerah.
Eliezer juga menegaskan bahwa sebagai provinsi yang relatif baru, Papua Tengah masih menghadapi berbagai tantangan pembangunan, terutama dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemerataan pelayanan dasar, pengurangan kemiskinan, serta peningkatan kualitas infrastruktur wilayah.
Karena itu, perencanaan pembangunan yang berkualitas menjadi sangat penting agar setiap program dan kegiatan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia berharap melalui kegiatan asistensi tersebut, seluruh perangkat daerah dapat memanfaatkan forum tersebut untuk menyempurnakan dokumen Renstra dan Renja yang sedang disusun agar lebih berkualitas, realistis, dan implementatif.
“Setiap OPD wajib menyusun program kegiatan dalam Renstra dan Renja, baik untuk lima tahun maupun tahunan. Setiap bulan kita juga akan mempresentasikan program yang telah dilaksanakan oleh OPD,” tegasnya.
[Nabire.Net/Sitti Hawa]

10 hours ago
5



















































