Dari Bahasa Daerah hingga Noken, Ini Data Budaya yang Akan Masuk Sistem Dapobud Papua Tengah

15 hours ago 8

Nabire, 11 Maret 2026 – Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah bekerja sama dengan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Aplikasi Data Pokok Kebudayaan (Dapobud) bagi delapan kabupaten di Papua Tengah.

Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai Selasa hingga Kamis, 10–12 Maret 2026, bertempat di Hotel Getz Nabire. Bimtek menghadirkan narasumber dari kementerian serta dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XXII Jayapura.

Peserta kegiatan berasal dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah serta perwakilan dinas pendidikan dari delapan kabupaten di wilayah Papua Tengah, dengan masing-masing kabupaten mengirim dua orang peserta.

Kepala Bidang Kebudayaan Provinsi Papua Tengah, Deni Tenouye, mengatakan kegiatan ini merupakan langkah awal dalam membangun sistem pendataan kebudayaan di Papua Tengah yang merupakan daerah otonomi baru.

“Peserta yang diundang berasal dari delapan kabupaten dengan masing-masing kabupaten mengirim dua orang. Narasumber berasal dari kementerian pada bagian teknis ditambah staf, serta dari Balai Pelestarian Jayapura Wilayah 22,” ujarnya kepada awak media di Nabire, Rabu (11/3/2026).

Ia menjelaskan bahwa Provinsi Papua Tengah sebagai daerah otonomi baru perlu memulai pendataan kebudayaan secara sistematis sebelum melangkah ke program pengembangan kebudayaan yang lebih luas.

Menurutnya, seluruh dokumen kebudayaan nantinya akan diinput dalam aplikasi Dapobud atau Data Pokok Kebudayaan. Setelah akun tingkat provinsi diaktifkan, tahap berikutnya adalah membuka akun bagi pemerintah kabupaten untuk melakukan penginputan data.

“Pengambilan dan penginputan data dilakukan oleh kabupaten, sementara kami di tingkat provinsi melakukan validasi sebelum diteruskan ke pusat. Yang melakukan pengesahan akhir adalah pihak pusat bersama Balai Besar,” jelasnya.

Adapun data yang akan diunggah dalam aplikasi tersebut mencakup berbagai aspek kebudayaan, seperti bahasa daerah, bangunan dan cagar budaya, kerajinan tangan seperti noken, alat tradisional, hingga cerita rakyat.

Deni berharap setelah pelatihan tersebut para admin Dapobud di tingkat kabupaten dapat segera melakukan penginputan data kebudayaan secara mandiri sehingga basis data kebudayaan Papua Tengah dapat segera terbentuk.

“Kegiatan Bimtek ini bukanlah akhir, tetapi awal. Setelah ini kami akan melanjutkan dengan rapat koordinasi atau workshop sebagai tindak lanjut,” katanya.

Ia menambahkan bahwa langkah awal ini penting agar seluruh data kebudayaan di Papua Tengah dapat terdokumentasi dengan baik dan menjadi dasar dalam upaya pelestarian serta pengembangan kebudayaan daerah.

“Harapan kami agar langkah awal ini tertata dengan baik, sehingga kita bisa mulai mengabadikan semua data kebudayaan dengan benar, karena saat ini datanya masih kosong,” tutupnya.

[Nabire.Net/Musa Boma]

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |