Deiyai, 6 April 2026 – Pemerintah Kabupaten Deiyai terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung kehidupan keagamaan. Hal ini terlihat dengan kehadiran pemerintah dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-64 Gereja Kemah Injil (KINGMI) di Tanah Papua yang berlangsung khidmat di Gereja Antohiya Waghete, Senin (6/4/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Deiyai, Mesak Pakage, SE, hadir mewakili Bupati Deiyai untuk menyampaikan sambutan resmi di hadapan ribuan jemaat dan undangan. Perayaan berlangsung dalam suasana penuh sukacita, kebersamaan, dan nuansa iman yang kuat, mengingat perjalanan panjang pelayanan KINGMI yang terus membina umat dan masyarakat.
Momentum Refleksi dan Penguatan Iman
Dalam sambutannya, Mesak Pakage mengajak seluruh umat untuk menaikkan puji dan syukur atas kasih dan penyertaan Tuhan, sehingga dapat merayakan momen bersejarah ini dengan penuh sukacita. Ia menegaskan bahwa perayaan HUT ke-64 bukan sekadar seremoni, melainkan momentum refleksi iman dan evaluasi pelayanan dalam menjawab tantangan zaman.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Deiyai, kami mengucapkan selamat HUT ke-64 Gereja KEMAH INJIL di Tanah Papua. Kiranya perayaan ini semakin memperkuat iman dan meningkatkan kualitas pelayanan umat Tuhan,” ujarnya.
Mengangkat tema “Berubah untuk Menjadi Kuat”, perayaan ini diharapkan mampu mendorong seluruh jemaat untuk terus bertumbuh dalam iman, memperbaiki diri, serta memperkuat pelayanan di tengah masyarakat.
Peran Strategis Gereja dalam Pembangunan Daerah
Mesak Pakage juga menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kontribusi KINGMI dalam pembangunan manusia, khususnya dalam pembinaan mental dan spiritual masyarakat. Menurutnya, gereja memiliki peran vital dalam menjaga nilai-nilai moral, mempererat persaudaraan, serta menciptakan kehidupan yang damai dan harmonis.
Selain itu, peran gereja dalam pelayanan sosial, pendidikan, dan kegiatan kemasyarakatan dinilai memberikan dampak positif yang besar bagi kemajuan daerah.

“Pembangunan tidak dapat berjalan maksimal tanpa dukungan seluruh elemen, termasuk gereja. Gereja adalah mitra strategis pemerintah dalam menciptakan stabilitas sosial dan memperkuat karakter masyarakat,” tegasnya.
Ia pun mengingatkan agar gereja terus menjadi terang dan garam dunia, hadir membawa damai, kasih, dan harapan bagi semua orang.
Fokus Pembangunan dan Menuju Gereja yang Mandiri
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Deiyai kembali menegaskan tiga fokus utama pembangunan daerah, yaitu Pendidikan, Kesehatan, dan Ekonomi Masyarakat sebagai pondasi mewujudkan Deiyai yang maju dan sejahtera.
Seiring perjalanan menuju 100 tahun KINGMI, Mesak Pakage mengajak seluruh jemaat di Deiyai untuk terus bertumbuh menjadi gereja yang mandiri, tidak hanya secara rohani, tetapi juga ekonomi dan sosial.
Ia mendorong pengembangan ekonomi jemaat yang produktif, peningkatan kualitas pendidikan gerejawi, serta kesadaran hidup sehat. Lebih dari itu, ia mengingatkan pentingnya membangun keluarga yang kuat berlandaskan iman, sebagai dasar terciptanya masyarakat yang berintegritas.

Mengakhiri sambutannya, Mesak Pakage berharap sinergi antara gereja dan pemerintah dapat terus terjalin harmonis demi mewujudkan Kabupaten Deiyai yang damai, maju, dan senantiasa diberkati Tuhan.
“Mari bergandengan tangan, berjalan bersama dalam iman dan kerja nyata untuk membangun Deiyai yang lebih baik,” tutupnya.
[Nabire.Net]

10 hours ago
8












































