(Angka Kematian Ibu dan Bayi Jadi Sorotan, Dinkes Deiyai Gelar Evaluasi Kesmas)
Nabire, 7 Mei 2026 – Pemerintah Kabupaten Deiyai melalui Dinas Kesehatan, khususnya Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas), menggelar kegiatan evaluasi kematian ibu dan bayi sebagai langkah strategis menekan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).
Kegiatan tersebut dilaksanakan di ruang pertemuan Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai pada Kamis (7/5/2026), dengan melibatkan berbagai pihak terkait di sektor kesehatan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang Kesmas Ones Dogopia, AM.Kp, dokter spesialis anak dr. Merry sebagai narasumber, dua dokter lainnya, tim dari provinsi, perwakilan tenaga kesehatan dari seluruh puskesmas, serta staf Dinas Kesehatan.

Kepala Bidang Kesmas Dinas Kesehatan Deiyai, Ones Dogopia, AM.Kp menyampaikan bahwa kegiatan evaluasi ini bertujuan untuk memperkuat kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak di seluruh wilayah Kabupaten Deiyai.
Ia menekankan pentingnya peningkatan pemantauan terhadap ibu hamil, mulai dari masa kehamilan, proses persalinan, hingga tahap tumbuh kembang bayi dan balita.

“Kami mendorong seluruh tenaga kesehatan, khususnya di puskesmas, agar bekerja sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan standar pelayanan kesehatan yang berlaku,” ujarnya.
Selain itu, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan melalui pelatihan dan pembekalan materi juga menjadi fokus utama, agar petugas di lapangan mampu memberikan pelayanan yang mandiri dan optimal, baik di tingkat kampung maupun fasilitas kesehatan.

Dalam sesi materi, dr. Merry menjelaskan bahwa penanganan ibu hamil dengan risiko diabetes gestasional harus dilakukan secara hati-hati dan terkontrol. Penggunaan insulin menjadi pilihan utama karena dinilai aman bagi janin.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga pola makan dan asupan gizi seimbang bagi ibu hamil, serta perlunya penanganan terpadu yang melibatkan dokter kandungan, ahli gizi, dan bidan.

Selain itu, dr. Merry menyoroti perdarahan pasca persalinan sebagai salah satu penyebab utama kematian ibu. Penanganan cepat melalui resusitasi cairan, pemantauan tanda vital, pemberian oksigen, hingga transfusi darah dinilai sangat penting untuk menyelamatkan pasien.
Tidak hanya aspek medis, tenaga kesehatan juga diingatkan untuk memberikan pendampingan psikologis kepada ibu yang mengalami keguguran, guna membantu proses pemulihan secara emosional.

Dalam evaluasi kematian bayi, dr. Merry mengungkapkan keprihatinannya terhadap tingginya angka kematian bayi di wilayah Wagete. Ia mendorong seluruh tenaga kesehatan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelayanan yang telah diberikan.
“Kita harus bersama-sama meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan agar angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Deiyai dapat terus ditekan,” tegasnya.
[Nabire.Net]

1 day ago
14
















































