Jayapura, 6 Mei 2026 – PT Freeport Indonesia (PTFI) bersama Universitas Cenderawasih (UNCEN) resmi meluncurkan Program Eksekutif Mengajar sebagai langkah strategis memperkuat kolaborasi antara dunia industri dan akademisi. Program ini bertujuan menyiapkan sumber daya manusia (SDM) Papua yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi tantangan industri global.
Rektor UNCEN, Prof. Dr. Oscar Oswald O. Wambrauw, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan langsung PTFI dalam kegiatan akademik di kampus. Menurutnya, program ini tidak sekadar kuliah tamu, tetapi menjadi ruang pembelajaran kontekstual yang membuka wawasan mahasiswa terhadap praktik industri pertambangan kelas dunia.
“Kehadiran praktisi industri memberikan perspektif nyata bagi mahasiswa. Ini menjadi bekal penting untuk memahami dinamika dunia kerja secara langsung,” ujarnya saat penutupan kegiatan di Auditorium Gedung Pusat Sains dan Kemitraan UNCEN-PTFI, 29 April 2026.
Dalam sesi pertama, Vice President Mining Safety Division PTFI, Eman Widijanto, memaparkan pentingnya tata kelola risiko keselamatan operasional. Ia menekankan bahwa budaya keselamatan menjadi fondasi utama dalam operasional perusahaan, dengan mengedepankan nilai Safety, Integrity, Commitment, Respect, dan Excellence (SINCERE).

Sementara itu, Vice President Corporate Communications PTFI, Katri Krisnati, membahas peran komunikasi strategis dalam membangun reputasi perusahaan serta pentingnya kepemimpinan perempuan di industri pertambangan. Ia menegaskan bahwa komunikasi yang transparan dan akuntabel menjadi kunci membangun kepercayaan publik.

Program ini merupakan kelanjutan dari kemitraan strategis antara PTFI dan UNCEN, setelah peresmian Gedung Pusat Sains dan Kemitraan pada Desember 2025 serta penandatanganan MoU dan PKS pada Maret 2026. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung empat kali dalam setahun.
Sebanyak 220 mahasiswa dari berbagai fakultas mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Salah satu peserta, Merince Kogoya, mengaku mendapatkan wawasan baru terkait peluang karier di industri pertambangan, termasuk peran perempuan dalam posisi kepemimpinan.

Wakil Rektor II UNCEN, Dr. Ferdinan Risamasu, menilai materi yang disampaikan sangat relevan dan aplikatif. Ia berharap kolaborasi ini mampu menjembatani kesenjangan antara kurikulum akademik dan kebutuhan industri, sekaligus memperkuat pemahaman mahasiswa terkait digitalisasi tambang dan etika profesional.
Di akhir kegiatan, para narasumber mendorong mahasiswa untuk aktif berdiskusi dan membangun jejaring guna mempersiapkan diri sebagai generasi muda Papua yang berdaya saing global.
[Nabire.Net]

1 day ago
12
















































