Intan Jaya, 7 Juni 2026 – Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Moni (IPMMO) Se-Jawa dan Bali menyampaikan pernyataan sikap terkait situasi keamanan dan kemanusiaan di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Organisasi tersebut menilai Intan Jaya masih berada dalam kondisi darurat konflik yang berdampak serius terhadap masyarakat sipil.
Ketua Umum IPMMO Se-Jawa dan Bali, Lewi Ugipa, menyatakan bahwa sejak 2019 hingga 2026 eskalasi konflik bersenjata dan pendekatan keamanan di wilayah tersebut telah menyebabkan masyarakat sipil menjadi kelompok yang paling terdampak.
Menurut IPMMO, ribuan warga terpaksa mengungsi ke gereja, hutan, dan kota-kota terdekat akibat situasi yang tidak aman. Anak-anak, perempuan, serta tokoh masyarakat disebut ikut menjadi korban jiwa maupun mengalami luka-luka dalam berbagai peristiwa yang terjadi selama konflik berlangsung.
Selain dampak terhadap keselamatan warga, organisasi mahasiswa tersebut menilai layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan pembangunan mengalami gangguan. Aktivitas masyarakat dalam berkebun dan bertani juga disebut terhenti karena rasa takut akibat konflik yang berkepanjangan.
Dalam pernyataan sikapnya, IPMMO Se-Jawa dan Bali menyampaikan lima tuntutan kepada pemerintah dan pihak terkait, yakni:
1. Mendesak penyelidikan dan proses hukum terhadap pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa ledakan bom di Gereja Mbamogo, Kampung Soali, Distrik Agisiga, yang terjadi pada 17 Mei 2026 dan mengakibatkan satu korban meninggal dunia atas nama Luter Nabelau serta tiga orang lainnya mengalami luka-luka.
2. Meminta pemerintah segera menindaklanjuti aspirasi mahasiswa dan masyarakat Kabupaten Intan Jaya yang sebelumnya telah disampaikan pada 28 Oktober 2025 di Kantor Bupati Intan Jaya.
3. Mendesak penarikan militer non-organik dari Kabupaten Intan Jaya dan wilayah Tanah Papua.
4. Meminta Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga serta pemerintah kabupaten intan jaya untuk mengungkapkan pelaku memasang bom di halaman gereja Mbamogo kampung Soali yang mengakibatkan korban jiwa 1 orang dan 3 orang lainnya luka-luka sama seperti klarifikasi barang benda yang ditemukan di bawah kolom gereja Jaindapa Pangkalan Bambu kuning.
5. Menegaskan bahwa apabila tuntutan tersebut tidak ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Intan Jaya, maka gerakan pelajar dan mahasiswa asal Kabupaten Intan Jaya di berbagai daerah di Indonesia akan melakukan mobilisasi massa untuk menggelar aksi di Provinsi Papua Tengah.
IPMMO Se-Jawa dan Bali menyatakan bahwa pernyataan sikap ini merupakan bentuk tanggung jawab moral dan keberpihakan terhadap nilai-nilai keadilan dan kemanusiaan bagi masyarakat Kabupaten Intan Jaya.
Pernyataan tersebut disampaikan dengan penanggung jawab IPMMO Se-Jawa dan Bali melalui Ketua Umum Lewi Ugipa.Meta Deskripsi SEO
IPMMO Se-Jawa dan Bali menyampaikan pernyataan sikap terkait krisis kemanusiaan di Intan Jaya dan mendesak penyelidikan kasus ledakan bom serta penarikan militer non-organik.
[Nabire.Net]

5 hours ago
6

















































