KPA Deiyai Gelar Pelatihan Pendamping ODHA untuk Perkuat Penanggulangan HIV/AIDS

6 hours ago 5
(KPA Deiyai Gelar Pelatihan Pendamping ODHA untuk Perkuat Penanggulangan HIV/AIDS) (KPA Deiyai Gelar Pelatihan Pendamping ODHA untuk Perkuat Penanggulangan HIV/AIDS)

Deiyai, 8 Mei 2026 – Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Deiyai bekerja sama dengan Yayasan Sorong Sehati melaksanakan kegiatan Pelatihan Pendamping ODHA/ODHIV di wilayah kerja Kabupaten Deiyai pada 4–5 Mei 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas para pendamping dalam memberikan pelayanan dan dukungan kepada Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) secara profesional, empatik, dan berkelanjutan.

Pelatihan tersebut dinilai penting untuk memperkuat kualitas pelayanan kesehatan dan dukungan sosial bagi masyarakat yang hidup dengan HIV/AIDS di Kabupaten Deiyai. Para peserta dibekali pemahaman mengenai tugas pendamping ODHA, mulai dari mendukung pasien menghadapi persoalan kesehatan, sosial, dan ekonomi, membantu akses layanan kesehatan, mendukung kepatuhan pengobatan ARV, hingga mengurangi stigma dan diskriminasi di tengah masyarakat.

Koordinator Yayasan Sorong Sehati, Muhammad Syukur menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan memperkuat pendampingan terhadap ODHA, termasuk melakukan penelusuran pasien Lost Follow Up (LFU) atau pasien yang berhenti menjalani terapi ARV agar kembali melanjutkan pengobatan.

“Selain itu, bagi ODHA yang belum mengonsumsi ARV, kami dorong agar segera mendapatkan pengobatan. Pendamping juga bertugas merujuk ODHA yang sudah mengonsumsi ARV selama enam bulan atau lebih untuk pemeriksaan Viral Load guna mengetahui jumlah virus dalam tubuh setelah menjalani terapi ARV,” jelasnya.

Ia menambahkan, para pendamping diharapkan mampu menjadi role model dalam upaya mengurangi stigma dan diskriminasi terhadap ODHA di masyarakat guna menekan penularan kasus baru HIV di Kabupaten Deiyai.

Sementara itu, Ketua KPA Kabupaten Deiyai, Maksimus Pigai menyampaikan bahwa penanggulangan HIV/AIDS memiliki empat fokus utama, yaitu sosialisasi, pencegahan, pemeriksaan, dan pengobatan.

“Sesuai tugas pokok dan fungsi, KPA lebih fokus pada sosialisasi dan pencegahan. Sedangkan pemeriksaan dan pengobatan menjadi tugas Dinas Kesehatan,” ujarnya.

Menurutnya, KPA Deiyai saat ini terus memperkuat sistem layanan penanggulangan HIV/AIDS yang telah dibangun agar tetap berjalan maksimal dan berkelanjutan demi pelayanan kepada masyarakat.

Maksimus Pigai juga mengungkapkan bahwa mulai tahun ajaran baru nanti, KPA Deiyai akan memperluas sosialisasi epidemi HIV/AIDS ke sekolah-sekolah, perguruan tinggi, tempat ibadah, hingga instansi pemerintahan dan swasta melalui kegiatan MOS dan Ospek.

“Kami siap memberikan edukasi tentang epidemi HIV/AIDS dan penanggulangannya kepada masyarakat,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap kesejahteraan para pendamping ODHA/ODHIV karena mereka merupakan ujung tombak pelayanan yang langsung menjangkau pasien di lapangan.

“Mengingat pekerjaan pendamping sangat berat, maka hak mereka, termasuk biaya operasional setiap bulan, perlu diperhatikan agar pelayanan berjalan dengan baik,” katanya.

Melalui pelatihan tersebut, KPA Kabupaten Deiyai berhasil mencetak empat pendamping baru yang siap membantu pelayanan dan pendampingan bagi ODHA/ODHIV di Kabupaten Deiyai.

Kegiatan ini juga mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai serta Ketua KPA Provinsi Papua Tengah.

[Nabire.Net]

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |