Gas LPG di Nabire Tembus Rp520 Ribu, Agen Sebut Biaya Kapal Jadi Penyebab Utama

8 hours ago 9

Nabire, 6 Mei 2026 – Harga gas LPG di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Lonjakan ini dipicu oleh terganggunya jalur distribusi serta dampak situasi geopolitik global yang memengaruhi rantai pasok energi.

Hal tersebut disampaikan Supervisor (SVP) penjualan gas, Alfian, saat ditemui di ruang kerjanya di kawasan Karang Tumaritis, Nabire, Rabu (06/05/2026).

Menurut Alfian, salah satu faktor utama kenaikan harga adalah konflik internasional yang terjadi di wilayah Selat Hormuz. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap distribusi LPG nasional, khususnya dari Surabaya ke wilayah Indonesia Timur.

“Distribusi sebelumnya melalui Surabaya menggunakan kontainer, namun karena dampak konflik global, stok di Surabaya terbatas dan pengiriman ke luar Jawa dihentikan. Saat ini Surabaya hanya melayani wilayah Jawa,” jelas Alfian.

Sebagai alternatif, PT Pertamina (Persero) mengalihkan distribusi LPG untuk wilayah Papua melalui Ambon dan Jayapura. Nabire yang secara geografis lebih dekat ke Jayapura kini bergantung pada pasokan dari kota tersebut.

Namun, tantangan baru muncul pada proses pengiriman dari Jayapura ke Nabire. Tidak tersedianya jalur distribusi reguler memaksa agen untuk menyewa kapal secara mandiri dengan biaya operasional yang jauh lebih tinggi.

“Kami tidak lagi menggunakan kontainer. Pengangkutan sekarang memakai LPG curah dengan kapal, membutuhkan tenaga tambahan serta biaya sewa yang mahal,” ungkapnya.

Selain itu, proses pengambilan LPG di Jayapura juga harus melalui perwakilan agen, sehingga menambah beban biaya distribusi.

Adapun harga LPG yang saat ini berlaku di tingkat masyarakat Nabire adalah sebagai berikut:

  • Tabung 5,5 kg: Rp340.000

  • Tabung 12 kg: Rp520.000

  • Tabung 50 kg: Rp2.350.000

Sebelumnya, harga LPG berada di kisaran:

  • Tabung 5,5 kg: Rp210.000

  • Tabung 12 kg: Rp400.000

  • Tabung 50 kg: Rp2.200.000

Kenaikan harga ini dinilai tidak terhindarkan mengingat perubahan jalur distribusi, lamanya waktu pengiriman, serta metode pengangkutan LPG yang kini lebih kompleks.

“Mau tidak mau harga harus menyesuaikan. Pengiriman lebih lama dan harus menggunakan kapal khusus,” tutup Alfian.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 6.652 tabung didatangkan dari Jayapura untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Sales Branch Manager Papua Tengah 1, Muhammad Rinaldi Suryanto, Rabu (06/05), menjelaskan bahwa pengiriman LPG kali ini dilakukan langsung dari Jayapura sebagai langkah penyesuaian terhadap kondisi distribusi.

Ia mengungkapkan, perubahan jalur distribusi tersebut dipengaruhi oleh kondisi geopolitik global yang berdampak pada kelancaran pengiriman barang. Selain itu, keterbatasan rute kargo umum antara Jayapura dan Nabire juga menjadi tantangan tersendiri.

“Tidak ada rute kargo umum langsung Jayapura–Nabire, sehingga kami harus mencari alternatif transportasi agar LPG tetap bisa sampai ke Nabire,” jelasnya.

Meski terkendala distribusi dan kenaikan biaya transportasi, diharapkan LPG kembali tersedia di kios dan outlet terdekat.

[Nabire.Net/Sitti Hawa]

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |