Ledakan Dahsyat di Kompleks Pasar Ikan Biak, 10 Orang Meninggal dan 4 Rumah Hancur

2 hours ago 4

Biak,  31 Mei 2026 – Duka mendalam menyelimuti Kota Biak setelah sebuah ledakan dahsyat mengguncang kawasan samping Pasar Ikan Fandoi, Jalan Wolter Monginsidi, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Papua, Minggu (31/5/2026) sekitar pukul 14.40 WIT.

Berdasarkan data pemantauan awal di lapangan, ledakan berkekuatan besar tersebut diduga berasal dari bom peninggalan Perang Dunia II. Insiden tragis ini mengakibatkan 10 orang meninggal dunia, 9 orang mengalami luka-luka dan harus menjalani perawatan medis intensif.

Selain menimbulkan korban jiwa, ledakan juga menyebabkan kerusakan parah pada permukiman warga. Sebanyak empat rumah dilaporkan hancur total, sementara empat rumah lainnya mengalami kerusakan ringan hingga sedang akibat kuatnya daya ledak.

Menanggapi kejadian tersebut, jajaran Kepolisian Resor Kota (Polresta) Biak Numfor langsung bergerak cepat mengamankan lokasi kejadian. Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestiawan, SH, SIK, MH bersama Kasat Reskrim Ipda Daniel Z. Rumpaidus, SH, MH memimpin langsung pengamanan dan proses penyelidikan di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Kami mendapat laporan dan juga mendengar langsung adanya suara ledakan, sehingga personel segera kami kerahkan ke TKP. Setibanya di lokasi, kami mengonfirmasi bahwa memang telah terjadi sebuah ledakan besar,” ujar AKBP Ari Trestiawan dalam keterangannya, Minggu (31/5/2026).

Meski indikasi awal mengarah pada ledakan bom peninggalan Perang Dunia II, pihak kepolisian menegaskan bahwa penyebab pasti ledakan masih menunggu hasil penyelidikan dan pemeriksaan forensik.

Saat ini, Tim Inafis bersama unit teknis kepolisian masih melakukan Tindakan Pertama di Tempat Kejadian Perkara (TPTKP), identifikasi korban, serta pemeriksaan forensik secara mendalam.

“Kami masih melakukan identifikasi bersama seluruh aparat. Ada beberapa rumah yang kondisinya rusak berat dan kami juga mengidentifikasi beberapa korban. Kami belum bisa menyimpulkan penyebab pastinya secara mutlak. Hasil lengkap akan kami sampaikan setelah penyelidikan dan laboratorium forensik selesai,” jelas Kapolres.

Untuk menghindari risiko lanjutan akibat sisa material ledakan maupun bangunan yang berpotensi roboh, pihak kepolisian telah memasang garis polisi dan melakukan sterilisasi area.

“Kami menghimbau kepada masyarakat agar tidak mendekati lokasi terlebih dahulu karena proses TPTKP dan sterilisasi masih berlangsung,” tegas AKBP Ari Trestiawan.

Polres Biak Numfor memastikan akan mengusut tuntas peristiwa tersebut dan meminta masyarakat tetap tenang serta tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi. Aparat juga mengajak masyarakat untuk memberikan informasi yang dapat membantu proses penyelidikan.

Peristiwa ini menjadi salah satu tragedi paling memilukan yang terjadi di Biak dalam beberapa tahun terakhir dan meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban serta seluruh masyarakat Kabupaten Biak Numfor.

[Nabire.Net/Hendy Mirino]

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |