Nabire, 21 Mei 2026 – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Papua Tengah, Yan Richard Pugu, mengikuti kegiatan sosialisasi dan pembentukan Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD) yang berlangsung di Hotel Mahavira, Kamis (21/05/26).
Usai kegiatan pembukaan, Yan Richard Pugu menyampaikan bahwa kawasan mangrove di Papua Tengah memiliki luasan yang cukup besar dan sebagian besar berada di Kabupaten Mimika.
“Kurang lebih 281 ribu hektar mangrove di Papua Tengah,” ujarnya saat diwawancarai.
Ia menjelaskan pengelolaan kawasan mangrove dilakukan melalui sistem zonasi yang mencakup pemanfaatan sekaligus perlindungan kawasan pesisir.
Menurutnya, keberadaan mangrove tidak hanya dimanfaatkan untuk sektor wisata, tetapi juga memiliki peran penting bagi sektor perikanan dan keberlangsungan biota laut.
“Selain untuk wisata, mangrove juga penting bagi perikanan dan habitat biota laut,” katanya.
Yan Richard Pugu menambahkan, pengelolaan mangrove dilakukan bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan karena tidak seluruh kawasan mangrove masuk dalam kawasan hutan.
“Karena sebagian besar mangrove berada di wilayah pesisir,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Mamberamo UPT Ditjen PDASRH Kementerian Kehutanan, Dewi Irma Haktisari mengatakan kondisi mangrove di Papua hingga saat ini masih tergolong lebat dan terjaga dengan baik.
“Kondisi mangrove masih sangat baik dan terjaga,” ujarnya.
Ia berharap adanya dukungan dari berbagai pihak agar masyarakat tetap menjaga kelestarian hutan mangrove yang disebut sebagai paru-paru dunia.
Menurutnya, kemampuan mangrove dalam menyerap karbon dan menghasilkan oksigen jauh lebih besar dibandingkan hutan daratan.
“Kemampuan mangrove menyerap oksigen lima kali lebih besar dibandingkan hutan daratan,” katanya.
Selain itu, mangrove juga menjadi tempat berkembang biak berbagai biota laut sehingga keberadaannya sangat penting bagi ekosistem pesisir.
“Kalau mangrove hilang maka biota laut juga akan berkurang,” tambahnya.
Ia juga menilai mangrove memiliki fungsi penting dalam menahan abrasi pantai secara alami dibandingkan penggunaan pemecah ombak buatan.
Diketahui, luas mangrove di Indonesia mencapai sekitar 3,4 juta hektar dan sekitar 1,5 juta hektar berada di Tanah Papua.
[Nabire.Net/Sitti Hawa]

11 hours ago
9
















































