PGGPT Serukan Stop Bakar Hutan dan Lahan di Papua Tengah Saat Musim Kemarau

16 hours ago 9

Nabire, Persekutuan Gereja-Gereja Papua Tengah (PGGPT) mengeluarkan imbauan kepada seluruh jemaat dan masyarakat di Papua Tengah agar menghentikan aktivitas pembakaran hutan, kebun, padang, semak belukar maupun pekarangan secara sembarangan selama musim kemarau.

Imbauan tersebut disampaikan Ketua Umum PGGPT, Pdt. Dr. Yance Nawipa, MA, M.Th., sebagai bentuk kepedulian terhadap meningkatnya risiko kebakaran ketika kondisi lingkungan menjadi lebih kering. Masyarakat diminta tidak menyalakan api tanpa pengawasan karena bara kecil dapat dengan cepat berubah menjadi kebakaran yang sulit dikendalikan.

Dalam imbauannya, Yance mengingatkan masyarakat untuk tidak membakar lahan, semak, rumput maupun sampah ketika kondisi cuaca sangat kering. Warga juga diminta memastikan tidak ada bara api yang tertinggal setelah melakukan aktivitas yang melibatkan pembakaran.

Selain itu, masyarakat diingatkan untuk tidak membuang puntung rokok yang masih menyala di kawasan yang mudah terbakar. Pengawasan terhadap anak-anak yang bermain di sekitar kebun dan hutan juga dinilai penting untuk mencegah munculnya sumber api.

Apabila ditemukan kebakaran yang berpotensi meluas, masyarakat diminta segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api menjalar ke wilayah yang lebih luas.

“Api kecil dapat menjadi kebakaran besar apabila tidak dikendalikan. Karena itu, lebih baik mencegah daripada menghadapi kerusakan yang lebih besar setelah kebakaran terjadi,” demikian pesan Ketua Umum PGGPT dalam imbauannya.

Hutan Papua Disebut sebagai Titipan Tuhan

PGGPT juga mengajak masyarakat melihat upaya menjaga lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab iman. Hutan Papua bukan hanya kawasan yang memiliki nilai ekologis, tetapi juga menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat.

Air, tumbuhan, hewan, udara bersih hingga berbagai sumber penghidupan masyarakat bergantung pada keberadaan lingkungan yang terjaga.

Yance mengutip Kejadian 2:15 yang menyebutkan bahwa manusia ditempatkan di taman Eden untuk “mengusahakan dan memelihara” taman tersebut. Menurutnya, prinsip tersebut menjadi pengingat bahwa manusia memiliki tanggung jawab untuk merawat ciptaan Tuhan.

Karena itu, menjaga hutan dan mencegah kebakaran tidak semata-mata berkaitan dengan persoalan lingkungan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari wujud tanggung jawab manusia kepada Tuhan dan sesama.

Gereja Diminta Aktif Edukasi Jemaat

PGGPT secara khusus meminta para pendeta, gembala, penatua, diaken, majelis dan pelayan gereja menyampaikan pesan pencegahan kebakaran kepada jemaat.

Gereja diharapkan tidak hanya memberikan pengajaran mengenai kehidupan rohani, tetapi juga mendorong jemaat memiliki kepedulian terhadap lingkungan tempat mereka hidup.

PGGPT menilai pencegahan kebakaran membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Gereja, pemerintah, aparat keamanan, tokoh adat, tokoh masyarakat, pemuda, perempuan dan seluruh warga diharapkan dapat membangun kesadaran bersama.

Kebakaran hutan dan lahan berpotensi menimbulkan dampak berantai. Kerusakan vegetasi dapat mengganggu sumber air, merusak kebun dan tanaman masyarakat, menurunkan kualitas lingkungan serta menimbulkan gangguan kesehatan akibat asap.

Kerugian juga dapat semakin besar apabila api mencapai permukiman atau kawasan produktif masyarakat.

PGGPT karena itu mengajak warga Papua Tengah menghindari tindakan yang berpotensi memicu kebakaran, terutama ketika kondisi lingkungan sedang kering.

Yance mengajak masyarakat menjadikan musim kemarau sebagai momentum untuk meningkatkan kepedulian terhadap alam, bukan alasan untuk melakukan pembakaran secara sembarangan.

“Mari kita menjaga sumber air, hutan, tanah dan kehidupan yang Tuhan percayakan kepada kita,” menjadi pesan utama dalam seruan tersebut.

PGGPT berharap seluruh elemen masyarakat dapat bekerja bersama menjaga Papua Tengah agar tetap hijau, sehat, aman dan lestari bagi generasi mendatang.

Imbauan tersebut ditutup dengan ajakan untuk mewujudkan Papua sebagai tanah yang damai dan sejahtera melalui kepedulian bersama terhadap manusia maupun lingkungan.

“Bersatu untuk Wujudkan Papua Tanah Damai Sejahtera.”

[Nabire.Net]

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |