(Razia KRYD di Dogiyai, Polisi Sita Samurai hingga Busur Panah)
Dogiyai, Polres Dogiyai bersama personel BKO Brimob Polda Papua dan Polda Papua Barat kembali menggelar Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) di wilayah Kota Moanemani, Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, Sabtu (22/8/2026). Razia yang menyasar senjata tajam dan minuman keras tersebut menghasilkan sejumlah barang berbahaya yang diamankan petugas.
Kegiatan berlangsung sekitar pukul 16.20 hingga 17.15 WIT. Operasi dipimpin Kabag Ops Polres Dogiyai AKP Harsyad Sabbe Rety dengan melibatkan jajaran Polres Dogiyai serta dua regu personel BKO Brimob.

Sebelum melakukan penyisiran, seluruh personel mengikuti Apel Arahan Pimpinan (AAP). Dalam pengarahan tersebut, petugas diminta menjalankan pemeriksaan secara profesional dan humanis serta tetap berpedoman pada prosedur operasional standar.
Tiga Titik di Moanemani Disisir
Petugas kemudian bergerak ke sejumlah lokasi yang dianggap strategis. Pemeriksaan dilakukan di tiga titik, yakni kawasan Pos Kotis, Kampung Ekemanida, dan pertigaan Puskesmas.

Sasaran pemeriksaan mencakup kendaraan roda dua dan roda empat serta barang bawaan masyarakat. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Dari pemeriksaan tersebut, aparat mengamankan 3 bilah parang, 1 bilah samurai, 4 pisau, 1 kapak, 2 busur panah, dan 2 katapel.
Setelah kegiatan lapangan selesai sekitar pukul 16.45 WIT, seluruh personel kembali ke Markas Polres Dogiyai untuk mengikuti apel konsolidasi. Rangkaian kegiatan kemudian dinyatakan berakhir dalam kondisi aman, tertib, dan kondusif.

Kabag Ops Polres Dogiyai AKP Harsyad Sabbe Rety menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian menjaga situasi keamanan di wilayah Dogiyai.
“Komitmen kami jelas. Dogiyai harus aman. Razia ini akan terus kami lakukan untuk mencegah peredaran sajam dan miras yang dapat memicu kriminalitas,” tegasnya.
Polres Dogiyai menyatakan KRYD akan terus dilakukan secara rutin dan dinamis. Selain operasi lapangan, kepolisian juga berencana memperkuat fungsi Intelkam untuk mendeteksi potensi gangguan sejak dini melalui koordinasi dengan tokoh masyarakat, adat, agama, dan pemuda.
Langkah tersebut diharapkan mampu mempersempit ruang terjadinya tindak pidana sekaligus meningkatkan rasa aman masyarakat. Aparat juga mengimbau warga untuk ikut menjaga situasi tetap kondusif dengan tidak membawa atau menyimpan benda yang berpotensi digunakan untuk melakukan kekerasan.
[Nabire.Net]

16 hours ago
9

















































