Nabire, 23 Juni 2026 – Sanggar Angker Wisdom Dance Crew (AWDC) Nabire dipercaya menjadi salah satu pengisi acara pada pembukaan Festival Cahaya Kreasi Budaya Pelajar 8 Kabupaten se-Papua Tengah Tahun 2026 yang akan berlangsung di kawasan Bandara Lama Nabire.
Ketua Sanggar AWDC, Marjan Rumagesan, mengatakan bahwa penampilan yang dipersiapkan mengangkat tema Triton atau Tabura, alat musik tiup tradisional masyarakat pesisir Papua yang pada masa lalu digunakan sebagai sarana memanggil warga untuk berkumpul.
Menurut Marjan, konsep tarian tersebut lahir dari cerita para orang tua yang menceritakan fungsi tabura sebagai alat pemersatu masyarakat.
“Konsep ini terinspirasi dari cerita orang-orang tua. Dulu suara tabura digunakan untuk memanggil masyarakat berkumpul. Dari situlah ide tarian ini lahir sebagai simbol panggilan menuju pendidikan dan masa depan yang lebih baik,” ujarnya, Selasa (23/6/2026).
Persiapan tarian Triton telah dilakukan selama lebih dari satu bulan. Sebanyak 43 pelajar dari berbagai sekolah di Nabire dilibatkan dalam pertunjukan tersebut, mulai dari siswa kelas 5 sekolah dasar hingga tingkat sekolah menengah atas.
Marjan menjelaskan, proses latihan tidak terlepas dari berbagai tantangan, terutama dalam mengatur kehadiran peserta dan menyusun formasi tarian. Beberapa peserta terkadang tidak dapat mengikuti latihan karena kelelahan atau kondisi kesehatan.
Meski demikian, seluruh tim Sanggar AWDC menyatakan siap memberikan penampilan terbaik pada malam pembukaan festival.
Sanggar AWDC sendiri dikenal sebagai salah satu sanggar tari tertua di Kabupaten Nabire. Berdiri sejak tahun 2000, sanggar ini awalnya dikenal dengan nama Grup Angker sebelum berkembang menjadi Angker Wisdom Dance Crew (AWDC). Hingga kini, AWDC aktif berperan dalam pelestarian seni budaya Papua serta pembinaan generasi muda melalui berbagai kegiatan seni tari.
Selain penampilan Tarian Triton, pembukaan Festival Cahaya Kreasi Budaya Pelajar Papua Tengah 2026 juga akan dimeriahkan oleh Tari Nusantara yang dikoreografi oleh Aljufika Rawarin.

Aljufika menjelaskan bahwa Tari Nusantara mengusung konsep keberagaman budaya Indonesia dari Aceh hingga Papua. Sejumlah tarian daerah akan ditampilkan, di antaranya Tari Saman dan Ratoh Jaroe dari Aceh, Tari Tortor dari Sumatera Utara, tarian dari Jawa Tengah, serta tarian khas Sulawesi dan Papua.
“Karena ini festival pelajar, kami ingin memperkenalkan berbagai budaya Nusantara kepada adik-adik agar mereka mengenal dan belajar tarian dari berbagai daerah di Indonesia,” kata Aljufika.

Festival Cahaya Kreasi Budaya Pelajar 8 Kabupaten se-Papua Tengah Tahun 2026 diharapkan menjadi wadah bagi pelajar untuk mengekspresikan kreativitas, melestarikan budaya, serta memperkuat persatuan melalui seni dan pendidikan.
[Nabire.Net/Marten Dogomo]

7 hours ago
4

















































