Mimika, 8 Maret 2026 – Kompetisi sepak bola Liga 4 Piala Gubernur Papua Tengah 2026 resmi bergulir. Pembukaan turnamen tersebut ditandai dengan pemukulan tifa oleh Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa bersama para bupati dari tujuh kabupaten di Stadion Wania Imipi, Distrik Wania, Kabupaten Mimika, Minggu (8/3/2026).
Kompetisi sepak bola tingkat provinsi ini diikuti oleh tujuh tim dari berbagai kabupaten di Papua Tengah yang dibagi ke dalam dua grup.
Pada Grup A tergabung Persemi Mimika selaku tuan rumah, Persido Dogiyai, Persipuja Puncak Jaya yang berhasil menembus babak final tahun lalu, serta Persintan Intan Jaya.
Sementara Grup B diisi oleh Persipuncak Puncak Cartenz yang pada musim lalu berhasil lolos ke babak nasional, Persidei Deiyai, Persintan Intan Jaya, serta Persipa Paniai.
Pembukaan Liga 4 Piala Gubernur Papua Tengah juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Papua Tengah Deinas Geley, Bupati Mimika Johannes Rettob bersama Wakil Bupati Emmanuel Kemong, serta jajaran pejabat daerah dan perwakilan masyarakat dari berbagai kabupaten di Papua Tengah.
Dalam sambutannya, Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan penyelenggaraan kompetisi tersebut.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para kepala daerah dari berbagai kabupaten di Papua Tengah yang telah mendukung terselenggaranya Liga 4.
“Saya berterima kasih kepada Bupati Mimika, Intan Jaya, Puncak, Puncak Jaya, Paniai, Nabire, Deiyai, dan Dogiyai yang sudah memberikan kontribusi besar sehingga proses ini bisa berjalan dengan baik,” ujar Nawipa.
Gubernur juga menegaskan bahwa pemerintah provinsi telah menyiapkan hadiah pembinaan bagi para juara kompetisi. Juara pertama akan memperoleh hadiah sebesar Rp100 juta selain trofi, sementara juara kedua akan menerima Rp70 juta.
Menurutnya, Liga 4 diharapkan menjadi momentum untuk mempererat persatuan masyarakat Papua Tengah melalui olahraga sepak bola.
“Saya berharap dengan Liga 4 ini kita mewujudkan Papua Tengah sebagai rumah kita bersama. Tidak ada pendatang, tidak ada orang pesisir, tidak ada pulau, tidak ada gunung, tidak ada lembah. Yang ada hanyalah satu Papua Tengah,” tegasnya.
Sementara itu, Plt Ketua Umum PSSI Provinsi Papua Tengah Vivin Cahyani Sungkono yang diwakili Sekretaris Umum Muhammad Haikal mengatakan, Liga 4 bukan sekadar ajang pertandingan, tetapi juga menjadi ruang pembinaan dan kebanggaan masyarakat Papua Tengah.
Menurut Haikal, dukungan pemerintah daerah menjadi fondasi penting dalam pengembangan sepak bola di wilayah tersebut.
Ia menambahkan, pelaksanaan Liga 4 tahun ini merupakan tahun kedua digelarnya kompetisi sepak bola terbesar di Papua Tengah.
“Semoga perhelatan ini menjadi fondasi kuat bagi sepak bola Papua Tengah untuk terus maju dan berprestasi hingga ke tingkat nasional, bahkan melahirkan pemain, pelatih, dan perangkat pertandingan yang dapat membawa nama Papua Tengah ke level nasional maupun internasional,” ujarnya.
Ketua Panitia Pelaksana Liga 4 Piala Gubernur Papua Tengah 2025/2026 Alfred Fredy Anouw mengatakan, kompetisi ini juga membawa pesan persatuan bagi masyarakat Papua Tengah.
Menurutnya, sepak bola merupakan bahasa persaudaraan yang mampu menyatukan masyarakat dari berbagai latar belakang.
“Di atas lapangan hijau tidak ada lagi sekat suku, tidak ada perbedaan gunung, pesisir, lembah atau daerah. Yang ada hanyalah bermain secara sportif, menjunjung tinggi fair play dan membawa kebanggaan bagi daerah kita,” pungkasnya.
[Nabire.Net/Yosef Doo]

19 hours ago
10




















































