Jayapura, 14 Februari 2026 – Aparat keamanan mengungkap hasil terbaru olah tempat kejadian perkara (TKP) penyerangan bersenjata di Bandara Korowai Batu, Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel, yang menewaskan dua awak pesawat.
Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2026, Yusuf Sutejo, dalam keterangan resmi kepada media, Jumat (13/2/2026), menyebutkan terdapat 13 lubang bekas proyektil pada badan pesawat yang menjadi sasaran serangan.
“Dari hasil olah TKP, keterangan saksi, dan barang bukti yang ditemukan, kami menyimpulkan ada 13 lubang bekas tembakan pada badan pesawat,” ujar Yusuf.
Ia menjelaskan, insiden terjadi saat pesawat mendarat di Bandara Korowai Batu dan bergerak menuju apron usai menurunkan penumpang dari Tanah Merah. Pada saat yang sama, penumpang yang akan melanjutkan penerbangan menuju Dekai, Kabupaten Yahukimo, bersiap untuk naik.
Sekitar 20 orang pelaku secara tiba-tiba menyerang menggunakan senjata api dan senjata tajam. Penumpang panik dan berlarian menyelamatkan diri, sementara pilot dan kopilot dikejar hingga ditembak di sekitar runway.
“Keterangan kami peroleh dari para penumpang yang selamat dan berada di sekitar bandara saat kejadian,” jelasnya.
Bandara Korowai Batu diketahui merupakan bandara perintis yang selama ini tidak memiliki pengamanan tetap. Pascainsiden, Satgas Damai Cartenz menerjunkan 29 personel untuk mengamankan lokasi dan menjaga pesawat yang masih berada di bandara sambil menunggu teknisi maskapai.
“Hingga kini pengejaran masih dilakukan. Dugaan sementara, pelaku melarikan diri ke arah Yahukimo karena bandara berbatasan langsung dengan wilayah tersebut,” tegas Yusuf.
Sementara itu, di Dekai, korban penembakan sopir truk tangki air di poros Jalan Dekai–Lokbon telah dievakuasi ke Jayapura dan menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara. Korban masih dalam observasi medis untuk tindakan pengangkatan proyektil di bahu kiri.
Di wilayah Puncak Jaya, seorang warga bernama Ahmad Gunawan (41) meninggal dunia akibat luka tembak di bagian leher. Korban sempat dirawat di RS Mulia sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dan jenazah diberangkatkan ke kampung halaman di Sulawesi Selatan.
Yusuf menegaskan, kelompok pelaku di Korowai, Yahukimo, dan Puncak Jaya merupakan kelompok yang berbeda dan penanganannya dilakukan secara terpisah.
“Kami pastikan situasi terus dikendalikan. Aparat disiagakan penuh untuk menjamin keamanan masyarakat dan jalur transportasi udara perintis,” katanya.
[Nabire.Net]

12 hours ago
5












































